Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BRI Danareksa Sekuritas Launching Mekanisme Online Trading Syariah

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menambahkan service untuk investasi saham dengan Mekanisme Online Trading Syariah atau SOTS terkini yakni D'ONE Syariah, buat menampung transaksi bisnis nasabah atas opsi beberapa saham syariah yang tercatat di Bursa Dampak Indonesia (BEI).

BRI Danareksa Sekuritas Launching Mekanisme Online Trading Syariah

Direktur Khusus BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi menjelaskan, peningkatan mekanisme online trading syariah itu diharap sanggup menambahkan pangkalan investor syariah di Indonesia.

"D'ONE Syariah sebagai basis online trading terkini dari BRI Danareksa Sekuritas, yang direncanakan khusus untuk penuhi bukan hanya keperluan nasabah akan sarana trading online yang reliable, tapi juga penuhi aturan hukum syariah," tutur Friderica dalam penyeluncuran SOTS itu secara online di Jakarta, Senin (7/12).

Friderica menjelaskan, D'ONE Syariah mempermudah investor untuk memperoleh keuntungan dari perdagangan saham tanpa rasa cemas karena melanggar konsep syariah. Adapun beberapa feature yang telah disamakan dengan konsep syariah salah satunya "running trade" yang cuman tampilkan saham syariah dan feature automatis untuk tidak bisa lakukan pembelian saham di luar saham syariah, dan feature automatis untuk tidak bisa lakukan pembelian tanpa tersedianya dana.

Menurut dia, usaha peningkatan D'ONE Syariah sebagai cara perusahaan untuk selalu meningkatkan service di pasar modal buat memberikan dukungan program BRI sebagai "Integrated Financial Solution" di Indonesia.

"Kami berusaha supaya BRI Danareksa Sekuritas terus berkembang secara berkaitan. Lewat kerja-sama jaringan distribusi luas dan menyebar yang dipunyai oleh BRI, BRIDS mendapatkan amanah agar bisa lebih konsentrasi meningkatkan pasar retail," tutur Friderica.

Perseroan akan terus lakukan publikasi dan pembelajaran warga di beberapa kota di Indonesia buat tingkatkan jumlah nasabah. Tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas memperoleh amanat untuk mengakuisisi rekening dampak karyawan Group BRI dan nasabah retail BRI.

Di zaman kekinian sekarang ini semua dituntut segalanya serba gampang. Hal itu sesuai dengan keperluan investor untuk melakukan investasi di dunia pasar modal. Oleh karenanya, BRI Danareksa Sekuritas mendatangkan pembukaan Rekening Dampak dan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara instan lewat website situs https://eform.danareksaonline.com/.

Dalam mendatangkan service itu, BRI Danareksa Sekuritas menggamit Bank BRI sebagai bank penyuplai RDN untuk simpan dana punya investor dengan aman. Penyeleksian Bank BRI sebagai Bank penyuplai RDN karena keunggulan Bank BRI sebagai salah satunya bank administrator RDN yang memakai Application Programing Interface (API) untuk pembukaan RDN lewat cara online.

Dengan memakai API pembukaan RDN jadi lebih gampang, karena tidak dibutuhkan kembali document fisik yang diberi tanda tangan . Maka investor cukup masukkan data diri di program online, nomor rekening tabungan Bank BRI , nomor handphone yang sudah teregister di Bank BRI dan code OTP karena itu rekening dampak dan RDN akan tercipta secara mudah.

PT Danareksa Sekuritas sah mengganti nama perusahaan jadi PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sekalian mengganti logonya. Cara pergantian nama dan simbol perusahaan dilaksanakan sesudah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi 67 % saham Danareksa Sekuritas. Keputusan pergantian nama itu berlaku efisien per 9 Oktober 2020

Dengan peralihan nama dan simbol baru, dan service D'ONE Syariah, diharap bisa tingkatkan kenyamanan untuk nasabah, dan bisa meningkatkan pasar retail ke tingkat seterusnya.

"Rilis D'ONE Syariah sebagai langkah pertama untuk kami menjadi yang paling depan dalam peningkatan pasar keuangan syariah yang berpotensi yang besar sekali di Indonesia," tutur Friderica.

Pasar modal syariah memang alami perubahan cepat dalam tahun-tahun ini. Semenjak SOTS dikeluarkan pada 2011, jumlah investor saham syariah bertambah secara berarti.

Berdasar data IDX Islamic, sepanjang 6 tahun, semenjak 2015 sampai Oktober 2020, jumlah investor saham syariah bertambah cepat. Sepanjang masa itu, jumlah investor syariah tumbuh dari 4.908 investor pada 2015 jadi 81.413 investor per Oktober 2020, atau mungkin dengan rerata tingkat perkembangan (CAGR) sejumlah 75 % /tahun. Kenaikan jumlah investor saham syariah ini tentu saja tidak terlepas dari peranan regulator atau perusahaan dampak saat lakukan literatur dan pembelajaran berkaitan pasar syariah.

Walau di tengah-tengah wabah Covid-19, jumlah investor saham syariah di BEI semakin bertambah. Sampai Oktober 2020, jumlah pemodal saham syariah capai 81.413 investor, alami tambahan 12.814 pemodal atau naik 18,68 % bila dibanding sekitar 68.599 investor pada 2019.

Tidak itu saja, penumpukan transaksi bisnis investor syariah bertambah cukup berarti. Per Oktober 2020, nilai transaksi bisnis harian saham syariah capai Rp4,2 triliun. Di lain sisi, rerata frekwensi saham syariah terdaftar sejumlah 395 ribu kali setiap hari.